Puisi

Mengabu

Api melahap kayu
Dalam tungku
Jadi abu

Fitratun
Alumnus SMK Negeri 2 Semarang


Penyesalan

Tersesat aku di jalan buntu yang penuh dengan kegelapan
Tidak ada orang yang datang
Tidak ada cahaya yang membentang
Yang ada hanya kesunyian

Maju mundur tiada percaya
Mata memandang tiada berdaya
Karna dosa yang membara
Besar benar aku salah arahku hingga
Tuhan menghukumku

Di tempat ini aku selalu memohon
Agar Tuhan memberiku jalan
Membuka pintu maafnya
Menghapus smua dosa

Jauh di cela jalan itu
Ada cahaya yang membentang
Petunjuk jalan keluar
Penghapus smua kegelisahan

Rusmiyati
Pelajar MA Manba’ul A’laa Purwodadi.


Ibukota

Hembusan nafas mesin-mesin
Melengking membuka pagi ibukota
Langkah-langkah kendaraan menjadi sapaan
Setiap pagi bagi para penghuninya

Ibukota sebagai muka negara
Yang penuh keindahan fatamorgana
Hanya bisa dilihat tapi tak teraba
Dan juga tak berpanorama
Tandus dan gersang
Yang tumbuh hanya mata uang dan hutang

Para buruh yang bersenandung lirih
Bermodal tenaga tanpa pamrih
Walau hanya demi sesuap nasi
Juga seteguk air putih.

Septyan C Pamungkas
Siswa SMA PGRI Purwodadi.


Asa

Berjuta rasa dalam kalbu
Bergemuruh menjadi satu
Memaksaku untuk tetap meraihmu
Beribu hasrat yang kini terpendam
Seolah terkuak dan merajai hati

Duniaku kini...
Tertutupi oleh semua angan dan cita
Berharap
Mati tak bersamamu
Hilang tanpamu
Ataukah
Hidup bersama dalam kebahagiaan
Dan seolah menjadi manusia sejati

Ani S Rahayu
Siswa MAN Purwodadi


Kawan

Ada suka ada duka, kawan
Hidup ini kan terus berjalan
Masa depan yang akan datang
Hadapi dengan senyuman

Jiwa ini bersama riang
Tertawa tangis sepi ramai
Bersama kita hadapi...

Mari kita bergembira kawan
Walau halang dan rintang kan terus menerjang
Bersama kita kan bisa
Karna kita kan berkawan

Wulandhari
Siswa SMA Muhammadiyah Purwodadi.

Related product you might see:

Share this product :

Post a comment

 
Support : Sukarno Pressindo | Fatimah Pressindo | Putri Boga
Copyright © 2011. Penerbit Sukarno Pressindo - All Rights Reserved
Template Created by Sukarno Pressindo Published by Fatimah Pressindo
Proudly powered by Sukarno