Puisi

Detail
Mengabu

Api melahap kayu
Dalam tungku
Jadi abu

Fitratun
Alumnus SMK Negeri 2 Semarang


Penyesalan

Tersesat aku di jalan buntu yang penuh dengan kegelapan
Tidak ada orang yang datang
Tidak ada cahaya yang membentang
Yang ada hanya kesunyian

Maju mundur tiada percaya
Mata memandang tiada berdaya
Karna dosa yang membara
Besar benar aku salah arahku hingga
Tuhan menghukumku

Di tempat ini aku selalu memohon
Agar Tuhan memberiku jalan
Membuka pintu maafnya
Menghapus smua dosa

Jauh di cela jalan itu
Ada cahaya yang membentang
Petunjuk jalan keluar
Penghapus smua kegelisahan

Rusmiyati
Pelajar MA Manba’ul A’laa Purwodadi.


Ibukota

Hembusan nafas mesin-mesin
Melengking membuka pagi ibukota
Langkah-langkah kendaraan menjadi sapaan
Setiap pagi bagi para penghuninya

Ibukota sebagai muka negara
Yang penuh keindahan fatamorgana
Hanya bisa dilihat tapi tak teraba
Dan juga tak berpanorama
Tandus dan gersang
Yang tumbuh hanya mata uang dan hutang

Para buruh yang bersenandung lirih
Bermodal tenaga tanpa pamrih
Walau hanya demi sesuap nasi
Juga seteguk air putih.

Septyan C Pamungkas
Siswa SMA PGRI Purwodadi.


Asa

Berjuta rasa dalam kalbu
Bergemuruh menjadi satu
Memaksaku untuk tetap meraihmu
Beribu hasrat yang kini terpendam
Seolah terkuak dan merajai hati

Duniaku kini...
Tertutupi oleh semua angan dan cita
Berharap
Mati tak bersamamu
Hilang tanpamu
Ataukah
Hidup bersama dalam kebahagiaan
Dan seolah menjadi manusia sejati

Ani S Rahayu
Siswa MAN Purwodadi


Kawan

Ada suka ada duka, kawan
Hidup ini kan terus berjalan
Masa depan yang akan datang
Hadapi dengan senyuman

Jiwa ini bersama riang
Tertawa tangis sepi ramai
Bersama kita hadapi...

Mari kita bergembira kawan
Walau halang dan rintang kan terus menerjang
Bersama kita kan bisa
Karna kita kan berkawan

Wulandhari
Siswa SMA Muhammadiyah Purwodadi.

Puisi

Detail
Sukarno-Hatta

Kalian berjuang untuk bangsa
Sejak zaman kolonial Belanda
Kalian terkenang sepanjang masa
17 Agustus tahun empat lima
Kalian nyatakan bangsa merdeka
Meski sekarang telah tiada
Semoga amal kan diterima
Di sisi Allah yang kuasa
Semoga

Karno
Penulis adalah mantan Ketua OSIS SMU Negeri 1 Wirosari, Jawa Tengah

Puisi

Detail
Pesona-Mu

Dalam raut jiwaku
Tersirat pesona-Mu
Bagai benderang yang menderu
Tertekun...
Terpukau atas keagung-Mu
Wahai Tuhanku
Jadikanlah aku kekasih-Mu
Bawalah aku ke surga-Mu
Aku begitu rindu akan pesona-Mu

Hasanudin
Penulis lahir di Jakarta. Saat ini masih bersekolah di sebuah SMK.


Ilusi

Instrumen yang ku puja
Ingin luapkan jerit dalam dada
Ku memang bukan pujangga
Ku tak pandai merangkai kata
Tiap nada melantun mesra
Penat yang ku rasa
Kini telah tiada
Coba cipta crita berbeda
Halusinasi yang bernada
Merdu indah dirasa
Smua bersemayam dalam dada.

Apriliani
Pelajar SMKN 1 Purwodadi


Kembali

Tidakkah semua terbekukan oleh waktu?
Jika tak ada kata lagi yang mampu
Memecah misteri.
Tintaku kering
Lisanku kelu
Bersama dengan keringnya hatiku
Dan sebelum matinya hati
Kuhamparkan sajadah
Meneteskan air mata
Menghamburkan sejilid do’a
Untuk kembali pada-Nya.

Widia Ningsih
Santri Pondok Pesantren Darul Istiqomah. Lahir di Blora.

Puisi

Detail
Cinta tak pernah menyerah


Kalau kita
Kukuh dengan cinta kasih kita,
Asa kan menjadi nyata.
Percayalah,
Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang.
Jangan sia-siakan
Kasih sayang kita,
Yang telah kita bina.
Cinta tak pernah menyerah.
Kecuali kalau kau tlah ada yang punya.
Aku ikhlas merestuinya.
Aku hanya orang biasa.
Jodoh adalah rahasia-Nya.


Sukarno
Penulis adalah alumnus UT Jakarta dan Undip Semarang

Puisi

Detail
Jasa Petani

Kala mentari,
Melihatkan senyumnya.
Ayam bersahutan kokokannya.
Itulah tanda mulai kerja.
Bagi petani.
Tanpa peduli, perut kosong
Belum terisi
Sungguh besar jasamu
Sungguh besar pengorbananmu
Wahai petani

Kevin
Siswa SMK Pancasila, Purwodadi

Puisi

Detail
Ukhwah

Dalam rasa terkecap manis
Dalam mata terpandang indah
Dalam sentuhan terasa lembut
Dekapannya mengandung rindu
Irama suaranya menyejukkan hati
Semua insan mendambanya
Tak terkecuali aku
Yang ingin selalu memilikinya

Rizki Fitri
Mahasiswa Politeknik Negeri Semarang

Puisi

Detail
Rindu

Pilu hati terbelenggu
Rindu
Di ruang biru
Aku menunggu

“Sejak kapan kau merinduku?”
Tanyamu waktu itu
“Sejak kau berjalan bersama angin
Sejak ku tak lagi melihat
Punggungmu

Annisya, SE
Editor Penerbit Fatimah Pressindo

Poem

Detail
University

In our beloved country
Many hundreds thousands
Of young participants
Want to be university students
They want to reach achievements
With all their own talents
Although they get many assessment
They have allocated good investment

But, is it the only way?
Why don’t we try?
Find out other try

We can learn from other university
University of life in reality
Maybe with certainty
That only we can change our habits
Because change is permanent
No one can refuse
From time to time
May God bless us, then


Sukarno, S.IP., SS.
Director of Penerbit Fatimah Pressindo
(Alumnus of Open University, Jakarta and Diponegoro University, Semarang)

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Detail
kami ucapkan kepada Anda yang menjalankannya (para pembaca yang budiman, para penulis yang berkontribusi besar, dan para partner bisnis lainnya yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu). Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Semoga amal ibadah puasa kita diterima Allah SWT. amin.

Penerbit Fatimah Pressindo
Direktur



Sukarno

Bagaimana Cara Kirim Naskah?

Detail

Jika berminat mengirim naskah dan ingin menjadi penulis, silahkan kirim naskah tulisan puisi, cerpen, cerbung, artikel, opini, resensi, novel, buku) beserta biodata singkat penulis ke: Penerbit Fatimah Pressindo, penerbitfatimahpressindo.blogspot.com;
e-mail: penerbitfatimah@gmail.com atau ke :  editor.fatimahpressindo@gmail.com.
Terima kasih,
Sukarno, S.IP.,S.S
Direktur Penerbit Fatimah Pressindo

Puisi

Detail
Tasbih*
Oleh: Fitratun**
Di atas kami, tujuh langit menaungi
Gunung sebagai tiang
Bumi pun terhampar luas

Aku mendengar… lirih tasbih
Segala yang di langit dan di bumi
Aku pun turut memuji-Nya
Yang Maha Perkasa, Sang Pemilik Cinta


Yang Tak Terengkuh, Biarlah Menjauh
Oleh: Fitratun**

Sejauh ini masih saja kuagungkan logika
Sadar, ada yang melebihi kekuatan manusia
Dia yang berkuasa atas segalanya
Yang Maha Tahu yang terbaik bagi umat-Nya
Kadang pahit menurut kita, menurut-Nya itu yang terbaik
Apa, mengapa dan bagaimana atas suatu rahasia
Adakalanya kita tak sanggup mengetahui semua
Hanya tunduk dan patuh pada perintah-Nya
Nikmati keikhlasan dalam ketaatan-Nya


*Puisi-puisi ini pernah dimuat di Majalah Muslimah, Jakarta
**Penulis adalah mantan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Semarang.

Motivasi

Detail
Meningkatkan Motivasi Menulis Buku
Oleh: SUKARNO, SIP, SS

Dalam melakukan aktivitasnya, setiap orang biasanya mempunyai motivasi tertentu. Demikian pula dengan aktivitas menulis buku. Setiap orang bisa jadi mempunyai motivasi yang sama. Tapi bisa jadi motivasinya berbeda.
Saya sendiri pada awalnya menulis buku dengan motivasi untuk mengamalkan ilmu yang dimiliki. Hal ini menurut saya, termasuk bagian dari ibadah yang dapat saya lakukan. Dengan mengamalkan ilmu kepada masyarakat luas, hati menjadi terasa lebih puas.
Kalaupun penulis mendapatkan tambahan penghasilan, popularitas, dan apresiasi dari para pembaca, itu merupakan hal yang patut disyukuri. Mungkin tidak sedikit penulis yang motivasinya sama.
Meskipun demikian kita harus menghormati penulis yang lain meskipun motivasinya berbeda dengan kita. Ada pula penulis yang mempunyai motivasi ekonomi. Saat ini kita dapat mengatakan bahwa pekerjaan menulis telah menjadi profesi bagi sebagian orang. Penulis dapat dijadikan pekerjaan utama. Seperti halnya pekerjaan sebagai dokter, pengajar, petani, pedagang, pengusaha, politisi, wartawan, pegawai, dll. Karena itu, tentu saja ada penghasilan yang diharapkan. Tiap penulis dapat mempunyai penghasilan yang sama atau berbeda.
Ada faktor-faktor yang mempengaruhinya. Misalnya, jumlah karya tulis berupa buku yang dihasilkan. Semakin banyak jumlah judul buku yang diterbitkan, penghasilan pun akan kian meningkat. Selain itu, faktor laris atau tidaknya buku juga penting diperhatikan. Beruntung sekali kalau semua buku yang ditulis laris di pasaran alias best-seller. Penulis dapat menjadi orang yang kaya raya.
Contoh penulis sukses yang menulis buku berbahasa Inggris yaitu, JK Rowling di Inggris, John Grisham di Amerika Serikat. Di Indonesia ada pula penulis yang berhasil menangguk penghasilan relatif besar, misalnya Habiburrahman El-Shirazy, Andrea Hirata, Langit Kresna Hariadi. Bahkan Habiburahman El-Shirazy telah mendapatkan penghargaan dari Insani Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Motivasi lainnya, misalnya popularitas. Orang mengenal penulis dari karya-karyanya. Dengan menghasilkan karya, seseorang akan semakin dikenal. Tidak sedikit penulis yang meskipun baru menghasilkan satu buku, tetapi menjadi sangat terkenal karena karyanya tersebut.
Selain itu, tak jarang seorang tokoh yang akan mencalonkan diri sebagai pemimpin, juga menulis autobiografi. Isinya dapat menampilkan berbagai kiprah dan pengalamannya sehingga layak dipilih menjadi pemimpin.
Jonru (2008: 16) mengungkapkan bahwa hal yang paling menggiurkan dari pekerjaan menulis buku sebenarnya adalah hal-hal yang lebih bersifat efek samping. Salah satu di antaranya adalah kredibilitas. Setelah buku Anda terbit maka masyarakat akan langsung melihat Anda sebagai seseorang yang kredibel di bidang tertentu. Jika Anda menulis tentang “cara merakit komputer”, Anda akan segera mendapat gelar “ahli perakitan komputer”. Apalagi jika buku tersebut laris di pasaran dan menjadi pembicaraan di mana-mana, kredibilitas Anda akan makin meningkat.

Penulis atau pengarang di Indonesia
Dari karya yang dihasilkan, penulis atau pengarang akan relatif dikenal para pembaca. Orang dapat mengenal Chairil Anwar, WS Rendra, Sutardji Calzoum Bahri, Afrizal Malna karena membaca puisi-puisi yang ditulisnya. Pengalaman Rendra menempuh kuliah di jurusan Sastra Inggris tentunya sangat berharga. Demikian pula dengan Prof Sapardi Joko Damono, yang dulu menjadi dosen Sastra Inggris Undip kini mengajar di beberapa perguruan tinggi dan dikenal pula sebagai sastrawan.
Pramoedya Ananta Toer, Ajip Rosidi, NH Dini juga dikenal luas dari karya sastra yang ditulisnya. Prof Amien Rais, Arbi Sanit dapat dikenali melalui tulisan-tulisan bertema politik yang bermutu. Prof Satjipto Raharjo, Prof Muladi dikenal sebagai pakar hukum terkemuka yang juga menulis buku. Prof Eko Budihardjo dikenal sebagai pakar tata kota dari buku yang ditulisnya. Prof Sudharto P Hadi dikenal sebagai pakar lingkungan dari berbagai tulisannya. Yudiono KS dikenal sebagai akademisi sastra (dosen senior) yang produktif menulis buku. Selain itu, para penulis pada penerbitan Universitas Terbuka juga telah menghasilkan banyak judul buku atau modul yang berkualitas.
Sementara itu, menurut Yudiono KS (2010: 7) sejarah atau tradisi kepengarangan Indonesia sebenarnya menempatkan pengarang atau sastrawan sebagai kelompok elite terpelajar dengan pemikiran-pemikiran yang hebat, tetapi belum dipahami atau diserap masyarakat menengah ke bawah yang kehidupan sosial ekonominya tetap saja terbatas.
Apa pun motivasi orang dalam menulis, selama baik dan bermanfaat bagi umat, bangsa dan negara, tentu layak diapresiasi. Selamat menulis!

Training

Detail
Sukarno: Usahakan Setiap Hari Menulis

Di Kota Purwodadi (Grobogan, Jawa Tengah) pada hari Minggu, 13 Juni 2010, Divisi Remaja Forum Silaturahmi Penulis Grobogan menyelenggarakan kegiatan Training Kepenulisan Dasar (TeKaD). Acara TeKaD tersebut diikuti sekitar 20 pelajar dan mahasiswa. Sekretaris FSPG, Turmudi, S.Pd.I., memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Training ini diselenggarakan dengan menghadirkan dua orang pembicara/narasumber, yaitu: Sukarno, SIP, SS (penulis buku, Sarjana lulusan UT Jakarta dan UNDIP Semarang), dan Badiatul Muchlisin Asti (ketua FSPG, penulis buku).

Menurut Sukarno, SIP, SS, kalau mampu sebaiknya diusahakan setiap hari menulis. Misalnya, menulis puisi, diari, atau bahkan cerpen. Bahkan yang lebih menarik, ia juga berpengalaman menulis puisi dalam telepon genggamnya.

Sarasehan dan Temu Penulis

Detail
Hampir Semua Orang Dapat Menjadi Penulis

Jika ingin menjadi penulis, segera saja menulis. Hampir semua orang dapat menjadi penulis. Petani bisa jadi penulis. Guru dan Dosen bisa jadi penulis. Pelajar bisa jadi penulis. Mahasiswa juga bisa jadi penulis. Modal minimal adalah bisa membaca dan menulis. Apalagi dengan adanya pendidikan dasar 9 tahun, hampir semua kalangan berpeluang menjadi penulis. Demikian intisari menurut Sukarno, SIP, SS, salah seorang penulis buku yang tampil di Kota Purwodadi (Jawa Tengah).
Meski hari itu hari Minggu (30 Mei 2010), Sukarno, SIP, SS yang berhasil meraih gelar Sarjana dari UNDIP Semarang dan UT Jakarta tampak sangat bersemangat menggelorakan motivasi menulis di kalangan generasi muda.

Acara Sarasehan dan Temu Penulis Grobogan tersebut diikuti oleh puluhan peserta. Mereka terdiri atas pelajar dan mahasiswa. Para peserta tampak begitu antusias menyimak materi yang disampaikan Sukarno, SIP, SS. Selain menjadi penulis, Sukarno, SIP, SS juga merupakan editor freelance, penerjemah freelance dan pembicara/trainer.
Selain menampilkan Sukarno, SIP, SS sebagai pembicara, beberapa pembicara lain yang hadir pada kegiatan tersebut yaitu, Badiatul Muchlisin Asti (penulis buku), Junaidi Abdul Munif (penulis), dan Anggrahini (reporter, mahasiswa).

Profil

Detail
BERKENALAN DENGAN SUKARNO, PENULIS DARI INDONESIA
Oleh: Annisya, SE
Editor Penerbit Fatimah Pressindo

SUKARNO pernah berguru di Pondok Pesantren Majma’al Bahrain di Jombang (Jawa Timur), dan di Ponpes Al Munawir (Semarang, Jateng).
Ia berhasil menyelesaikan Program Pendidikan Sarjana di Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, salah satu perguruan tinggi favorit dan terkemuka di Indonesia. Sukarno juga telah berhasil meraih gelar Sarjana Universitas Terbuka (UT) Jakarta, perguruan tinggi dengan jumlah alumni terbesar di Indonesia. Sukarno juga telah mengikuti International Conference on English Language Studies di Yogyakarta.
Sejak kuliah, pria sederhana dan kalem ini juga telah menjadi penerjemah freelance. Selain itu, Sukarno berpengalaman mengajar bahasa Inggris di beberapa lembaga dan perguruan tinggi. Ia telah berpengalaman menjadi pembicara/presenter, moderator, trainer dalam berbagai kegiatan di beberapa kota di Indonesia.
Beberapa naskah bukunya telah diterbitkan dan dipasarkan secara nasional. Beberapa naskah bukunya yang lain juga akan segera diterbitkan. Saat ini Bapak Sukarno mengelola Penerbit Fatimah Pressindo. Bagi para pembaca yang pengin kursus online bahasa Inggris dengan Sukarno dapat menghubunginyamelalui Pin BBM 51EF338E, atau ingin mengundangnya sebagai pembicara atau presenter seminar/training, dapat menghubunginya melalui Pin BBM 51EF338E
Ketika saya tanya, apakah Anda tidak ingin kuliah pascasarjana di luar negeri? “Bagi saya, bekal ilmu baik pendidikan formal (hingga sarjana) dan non-formal yang telah diperoleh insya Allah sudah cukup untuk berbakti kepada nusa, bangsa, dan agama. Lautan ilmu Allah sangat lah luas. Sementara saya hanya manusia biasa. Coba kita perhatikan, Bung Karno Presiden Pertama RI seorang sarjana lulusan dalam negeri. Tapi kepemimpinannya menjadi perhatian dunia. Yang masih menjadi perhatian besar bagi saya adalah bagaimana menumbuh-kembangkan semangat kemandirian di kalangan masyarakat Indonesia.
Oke dech, selamat berkiprah Mr. Semoga Mr Sukarno muda semakin sukses dan mendapat ridho Allah SWT. Aamiin.

Kiat

Detail
Kiat Menjadi Sejahtera
Oleh: Sukarno
Direktur Penerbit Fatimah Pressindo

Setiap orang tentu ingin menjadi sejahtera dalam hidupnya. Kita dapat mengetahui kiat sukses menjadi sejahtera atau bahkan kaya dengan cara belajar dari kehidupan mereka. Pada umumnya ada beberapa hal/kiat yang dapat kita terapkan dengan harapan menjadi lebih sejahtera atau kaya.
Pertama, rajin beribadah dan berdoa kepada Allah SWT untuk mendapat ridho-Nya. Jangan lupa sholat wajib lima waktu. Plus usahakan sholat sunnah, puasa sunnah, dan berdzikir.
Kedua, rajin bekerja. Tentu saja dalam hal ini pekerjaan yang halal. Jika selama ini kita bekerja 8 jam sehari, tambah jam kerja menjadi 16 jam per hari. kalau belum mampu, bisa jadi 10 jam, 12 jam atau 14 jam. Optimalkan segenap kemampuan yang ada pada kita untuk bekerja semampunya. Jika kita sudah bekerja maksimal, Allah pasti akan menunjukkan hasilnya. Percayalah pada Allah. Kalau lelah, beristirahatlah.
Ketiga, tingkatkan penghasilan dengan cara membangun usaha sampingan. Misalnya, menyunting naskah, menerjemahkan, jualan makanan, jualan pulsa, jualan buku, dll.
Keempat, menanamkan modal. Caranya, kita dapat bekerja sama dengan menitipkan modal pada teman, kerabat atau saudara yang berminat berwirausaha. Sistemnya dapat menggunakan bagi hasil sesuai dengan tuntunan agama. Jangan sampai merugikan salah satu pihak yang bekerja sama.Dalam dunia usia, trust sangat penting. Jadilah penanam modal dan pelaksana usaha yang amanah.
Kelima, memperbanyak sedekah. Lihatlah sekeliling lingkungan kita. Masih adakah keluarga atau kerabat kita yang kekurangan? Jika ada, maka segeralah dibantu. Masih adakah anak-anak yatim? Kalau masih ada, usahakan dapat menyantuni mereka. Apakah ada fakir miskin? Misalnya ada, bersedekahlah. Bersedekah tidak akan membuat kita miskin.
Keenam, kurangi pengeluaran. Biasakan membeli barang-barang sesuai kebutuhan. Jangan terbiasa selalu menuruti keinginan untuk dapat mengikuti selera teman-teman yang jauh lebih kaya. Kalau sudah punya HP yang masih dapat dipakai, jangan dicuekin (dibuang-Red) hanya karena ingin membeli yang lebih cangging.
Ketujuh, ikutlah program asuransi untuk memproteksi kepemilikan/properti kita dari hal-hal tak terduga, misalnya bencana alam, kebakaran, banjir, dll.
Kedelapan, menabunglah. Hal ini penting untuk menyiapkan pendidikan yang baik bagi anggota keluarga, misalnya anak.
Kesembilan, aktif dalam berbagai kegiatan sosial, misalnya sebagai anggota, pengurus organisasi sosial, organisasi kemasyarakatan, organisasi yang religius, dll.
Kesepuluh, pasrah/tawakkal kepada Allah SWT. Manusia wajib berikhtiar, tapi hanya Allah SWT yang berhak menentukan segalanya.
Wallahu a'alam.

mari berdoa, belajar, dan bekerja

Detail
Mari berdoa, belajar dan bekerja

Saat kita masih kecil, kita mulai menirukan perilaku orang-orang di sekitar kita. mulai dari orang tua, saudara, paman, bibi, kakek, nenek, dll. Saat mereka berdoa/beribadah, kita mengikutinya. Selanjutnya menginjak usia sekolah kita berkomunikasi dengan banyak pihak, teman-teman sekolah, para guru dan karyawan, para orang tua dan keluarga teman-teman, awak angkutan, dll.
Saat memasuki dunia kerja, kita mulai menerapkan berbagai ilmu pengetahuan yang telah dipelajari. motivasi bekerja menjadi lebih menyala kala kita bersama dengan solidaritas berbasis iman dan takwa.

Sukarno, Penulis Muda Indonesia

Detail
Sukarno, Penulis Muda Indonesia

Menjelang peringatan HUT kemerdekaan Indonesia yang ke-65, seorang penulis muda Indonesia bernama Sukarno siap tampil dalam pergaulan internasional. Dengan semangat nasionalisme, Sukarno menyatakan siap menghasilkan karya-karya berbahasa Inggris. Insya Allah hal ini merupakan bentuk pengabdian Sukarno sebagai seorang sarjana lulusan Universitas Terbuka (UT), universitas dengan jumlah mahasiswa terbesar di Indonesia dengan prestasi internasional, dan lulusan Universitas Diponegoro (UNDIP), yang merupakan salah satu World Class Universities. "Saya kira bangsa Indonesia mempunyai potensi yang luar biasa. SDM kita jumlahnya ratusan juta. SDA sangat berlimpah. Bahkan saya pikir kita akan dapat sejajar dengan bangsa Amerika, Eropa," ungkapnya. Semoga Sukarno berhasil mewujudkan karya-karya yang semakin bersinar dan sukses. amin.

jadilah wirausaha

Detail
Jadilah wirausaha
Oleh: Sukarno

Jadilah wirausaha? Ya, menjadi wirausaha alias wiraswasta adalah sebuah ikhtiar yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Dengan menjadi wirausaha, kita dapat membuka lapangan kerja, bagi kelompok manusia yang lain. Bisa saudara, kerabat, teman dekat, atau para pencari kerja yang lain. Tidak ada ruginya menyalurkan modal yang menganggur pada para calon wirausaha. Apalah artinya punya ilmu baik, jika tidak diamalkan sehingga menjadi ilmu yang bermanfaat? Jadi, jangan sedih dan malas berusaha. Bung Karno pernah mengungkapkan bahwa cantumkanlah cita-citamu setinggi bintang di angkasa.

Welcome!

Detail
Selamat datang di Penerbit Fatimah Pressindo. Mari belajar lebih giat, bersabar, beramal sholeh, bersyukur, bertakwa dan ikhlas dalam mengarungi bahtera kehidupan. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi usaha dan amal baik kita. amin.
 
Support : Sukarno Pressindo | Fatimah Pressindo | Putri Boga
Copyright © 2011. Penerbit Sukarno Pressindo - All Rights Reserved
Template Created by Sukarno Pressindo Published by Fatimah Pressindo
Proudly powered by Sukarno